Pendekatan Dekonstruksi Terhadap Perancangan Gedung Seni

30 01 2010

Tugas AKHIR :
Chairun Aman “05” Tech OF Arch

Bentuk gedung kesenian nantinya menampilkan fasad dari pengolahan unsure geometri dekonstruksi yang mendasari faham bentuk dari unsure geometri 3D sehingga terkesan semrawut, serta ekspresif pada penampilannya,
Olahan bentuk geometri dekonstrruksi pada gedung kesenian mangambil pendekatan goemetri :
 Melalui bentukan geometri yang kompleks seperti yang telah dikemukakan oleh Peter Eisenman melalui teknik dekonstruksi bentuk sebagai berikut :
– Fragmented : memisahkan bentuk geometri yang ada dan menjadikannya objek terpisah
– Defragmented : memisahakn bentuk geometri yang telah ada kemudian menysunnya dengan tidak pada keadaan semula
 Secara pragmatic atau mekanik melalui model trial and eror, sketsa dan eksperimen lapangan, seperti yang dilakukan oleh Daniel Libeskind, dan Zaha hadid
 Pada fasad memperlihatkan ‘ kedekonstruksiannya’
 Menggunakan warna sebagai aksen, sedangkan tekstur tidak berperan
 Memperlihatkan irama melalui tampilan fasade yang naik-turun, lurus-bengkok serta ekspresi melalui seni bangunan.

Olahan Geometri

Architecture Dekonstruksi

Gambar 5.9. Sketsa Bentuk/ Tampilan Olahan Geometri Dekonstruksi


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: