ARSITEKTUR TRADISIONAL PAPUA


KARIWARI PAPUA


Bentuk Arsitektur tradisional Papua umumnya, masih pada taraf dimana manusia/penduduk benar-benar memanfaatkan segala sesuatu yang disiapkan oleh alam.

Sehingga konsep ini memang( adochis ) kesederahanaan arsitektur menjadi sesuatu yang sangat mendasar, karena segala sesuatu yang digunakan memang terinspirasi dari alam serta disediakan oleh alam dan merupakan nilai originil yang tetap terjaga. Dipapua setiap suku memiliki ragam/khasanah budaya arsitektur yang bebeda sesuai dengan situasi dan kondisinya, akibatnya lahir karya-karya arsitektur yang sangat luar biasa dengan lagam yang berbeda.
Contoh : suku yang tinggal di pegunungan mempunyai solusi untuk mengatasi permasalahan berdasarkan kondisi dan lingkungannya, demikian juga dengan suku yang tinggal di daerah pantai. Perbedaan yang sangat mendasar ini membuat sehingga timubul khasanah arsitektur tradisional berdasarkan kondisi dan lingkungan.

Ulasan :

Bentuk
Bentuk bangunan dalam arsitektur tradisional papua berorientasi pada bentuk –bentuk yang dinamis, selain itu konsep animisme dan dinamisme masih merupakan referensi/aturan yang kuat dalam masyarakat, sehingga melahirkan lagam arsitektur yang beraneka ragam ; Bentuk Arsitektur Tradisional lebih berorientasi kepada.
1. bentuk kotak
2. segi enam bertingkat 3 ( kariwari )
3. Lingkaran ( Pada Honai Suku Dani )

Struktur
Dari segi struktur maka bangunan, arsitektur tradisional papua masih menggunakan bahan yang di sediakan oleh alam seperti dinding dari kulit kayu, tiang rumah dari kayu, atap dari daun kelapa/alang-alang. Lantai dari kulit sagu/bambu. Ataupun menyentuh langsung ke tanah ( Umumnya dipegunungan/dipantai ).

Hal ini memperliatkan kesederhanaan arsitektur pada eksistensinya. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka bangunan yang ada dipapua. Baik rumah pribadi, sekolah, kantor istansi pemerintah/swasta, hotel, dll tak jarang notasi arsitektur tradisional budaya telah membaur menjadi satu, membentuk alkuturasi arsitektur. Sehingga konsep dasar arsitektur tradisional menjadi kerkikis. Namun adat istiadat, menjadi sesuatu yang paten dan tidak dapat diubah hal ini dikarenakan proses yang membentunya telah berlangsung dalam kurun waktu yang lama sehingga, menjadi suatu kebiasaan yang berpola.

…….End of File…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: